Kaki saya berjalan menyusur bayang
dinding rumah para arwah.
Matahari menyingkap tirai cahaya.
Berpasang mata mengenali warna-warna.
Saya berlindung pada kelabu kaki
seramping lidi. Saya berlindung pada
kelabu dada setipis rasa cemas. Derai
rasa cemas. Serta denyut nadi yang lemah.
Ziarah pejalan tabah. Saya memilih
menanggung letih seekor bangkai burung
gagak. Ilalang tinggi menunggu matahari
pudur ke sisi sebuah lembah.
O, hujan turunlah. Hujan turunlah.
Di kuburan, di gubuk petani, saya
berteduh menyeduh memar luka.
Bangkai burung gagak rebah di rumput
gelebah. Tanah basah oleh darah.
O, hujan turunlah. Saya ingin berteduh
di rapuh dada miliknya. Menghirup
sebagian dari ranum segar mata air.
2017
Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini. Jika Anda membutuhkan bantuan, bertanyalah kepada orang-orang yang ramah di forum dukungan.